Teken Kerja Sama di Forkestra 2025, Wali Kota Kendari Dorong Stabilitas Pangan dan Kendali Inflasi

oleh -200 Dilihat
Wali Kota Kendari, dr. Siska Karina Imran, SKM bersama Bupati Konawe dan Bupati Konawe Selatan menandatangani kerja sama antar daerah dalam Forum Ekonomi Sulawesi Tenggara (Forkestra) 2025 yang digelar Bank Indonesia di Hotel Claro Kendari (Foto Ist)

FOKUSNEWS.ID, KENDARI – Forum Ekonomi Sulawesi Tenggara (Forkestra) 2025 yang digagas Bank Indonesia menjadi momentum penting bagi penguatan sinergi antar daerah. Dalam forum yang berlangsung di Hotel Claro Kendari, Selasa (30/9/2025), Wali Kota Kendari, dr. Siska Karina Imran, SKM bersama Bupati Konawe dan Bupati Konawe Selatan resmi menandatangani nota kesepahaman kerja sama.

Penandatanganan ini disaksikan langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sultra, Drs. Asrun Lio, M.Hum., Ph.D, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sultra, Edwin Permadi, Sekda Kota Kendari, Amir Hasan, STP., SH., M.Si, serta para tamu undangan lainnya.

Wali Kota Kendari menegaskan, kerja sama antar daerah bukan sekadar formalitas, melainkan strategi menghadapi isu krusial seperti inflasi pangan. “Kita ingin memastikan pasokan bahan pokok tetap stabil. Ketika Kendari kekurangan, pasokan bisa disuplai dari Konawe atau Konawe Selatan, begitu pun sebaliknya. Kota Kendari siap menjadi pasar yang menopang distribusi,” jelasnya.

Ia menambahkan, langkah tersebut sejalan dengan gerakan nasional pengendalian inflasi yang mengutamakan kolaborasi. Hasilnya terlihat nyata, inflasi Kota Kendari mampu terjaga di bawah 3 persen, salah satunya berkat program rutin Gerakan Pasar Murah (GPM).

Sementara itu, Sekda Sultra Asrun Lio menekankan bahwa kerja sama lintas wilayah harus memberi dampak langsung pada masyarakat, terutama dalam penciptaan lapangan kerja di era bonus demografi.

Apresiasi juga datang dari Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sultra, Edwin Permadi. Menurutnya, Forkestra menjadi wadah untuk memperkuat fondasi ekonomi daerah melalui hilirisasi komoditas strategis, pengembangan ekonomi kreatif, pariwisata, hingga transisi menuju ekonomi hijau.

Tinggalkan Balasan

No More Posts Available.

No more pages to load.