HUT RI ke-81 di Konawe Jadi Momentum Penguatan Ekonomi Nelayan melalui Program EKI-KNMP

oleh -21 Dilihat

FOKUSNEWS.ID, KONAWE– Peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia (HUT RI) ke-81 menjadi momentum penting bagi kebangkitan ekonomi masyarakat pesisir di Desa Sorue Jaya, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara.
Peringatan kemerdekaan di kawasan pesisir tersebut diisi dengan upacara bendera yang diikuti sekitar 1.000 peserta. Kegiatan kemudian dirangkaikan dengan Soft Launching Kolaborasi Program Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI) pada Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).

Kegiatan tersebut dihadiri langsung Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono beserta jajaran Direktur Jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Gubernur Sulawesi Tenggara Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara Ir. Hugua, Anggota DPD RI Komisi IV Leni Andriani Surunuddin, Wakil Ketua III Komite II DPD RI Umar Bonte, Wakil Bupati Konawe Syamsul Ibrahim, unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta masyarakat dan nelayan pesisir setempat.

Terkait kolaborasi tersebut, Kepala OJK Sultra Bismi Maulana Nugraha menyampaikan bahwa program ini dilakukan untuk memperkuat ekosistem keuangan inklusif sekaligus memastikan keberlanjutan akses permodalan bagi masyarakat pesisir.

Menurutnya, pembentukan pusat keuangan terpadu merupakan kelanjutan dari program pendampingan dan inkubasi keuangan yang telah berjalan sejak awal 2026.

“Penguatan ekonomi masyarakat pesisir ini kita lakukan melalui tiga tahapan, mulai dari prainkubasi, inkubasi, hingga pascainkubasi. Ke depan, untuk menjaga keberlanjutan program ini, kami berencana membangun financial center di KNMP Desa Sorue Jaya,” kata Bismi.

Lebih lanjut, Bismi menjelaskan bahwa pada tahap pascainkubasi, OJK telah melaksanakan berbagai kegiatan edukasi dan bimbingan teknis mengenai pengelolaan keuangan bagi nelayan, pelaku UMKM, ibu rumah tangga pelaku usaha, hingga pelajar di wilayah KNMP.

OJK juga memfasilitasi integrasi berbagai industri jasa keuangan untuk menyalurkan pembiayaan produktif, seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR), modal usaha kelompok perempuan, hingga tabungan bagi anak-anak nelayan.

Sebagai wujud nyata sinergi tersebut, Bismi merinci capaian realisasi inklusi keuangan dari Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK) dan lembaga terkait selama periode Januari hingga Juli 2026.
“Sebagai tahap awal kolaborasi, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk telah menyalurkan fasilitas kredit kepada 49 debitur dengan total plafon sebesar Rp1,527 miliar, membuka rekening tabungan bagi 52 nasabah pesisir, serta memperluas akses melalui penyediaan satu Agen BRILink,” ujar Bismi.

Selain itu, pembiayaan PNM Mekaar bagi kelompok usaha perempuan pelaku UMKM telah terealisasi kepada 23 debitur dengan plafon mencapai Rp183,5 juta. Bank Sultra juga telah membuka 30 rekening Simpanan Pelajar (SimPel), sementara PT BPR Bahteramas Konawe membuka 44 rekening. Di sisi lain, Bank Indonesia turut memberikan dukungan berupa 10 unit alat pendeteksi ikan (fish finder) bagi nelayan.Di samping permodalan dan literasi keuangan dari industri jasa keuangan, ekosistem keuangan terpadu di Desa Sorue Jaya juga mencakup aspek perlindungan jaminan sosial bagi pekerja rentan di sektor kelautan.

“Untuk tahap ini, BPJS Ketenagakerjaan telah memberikan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan kepada 22 nelayan. Ke depan, model kolaborasi ini akan terus kita perluas agar bisa menjangkau seluruh nelayan di Sulawesi Tenggara,” jelas Bismi.

Sementara itu, perayaan HUT RI ke-81 di KNMP Desa Sorue Jaya semakin meriah dengan berbagai kegiatan kerakyatan yang memadukan hiburan, pemberdayaan, dan penguatan ekonomi masyarakat. Rangkaian kegiatan meliputi bazar dan penjualan sembako murah melalui pembagian kupon gratis kepada masyarakat. Selain itu, digelar pula berbagai perlombaan tradisional seperti tarik tambang, panjat pinang, balap karung, dan lari kelereng.Dalam rangka mendorong kemandirian warga, masyarakat juga mendapatkan pelatihan peningkatan kapasitas secara gratis, di antaranya pelatihan servis mesin nelayan, ecoprint, dan sablon.

Perayaan tersebut sekaligus menjadi wadah strategis untuk memamerkan dan mempromosikan produk unggulan UMKM serta IKM setempat. Beragam produk olahan hasil perikanan khas pesisir ditampilkan kepada pengunjung, mulai dari teri krispi, sambal tuna asap, bakso ikan, semai ikan, bakso tahu, aplang ikan dan cumi, hingga berbagai produk olahan hasil perikanan lainnya.

Sejalan dengan komitmen perlindungan konsumen, perluasan akses pembiayaan tersebut turut diimbangi dengan penguatan edukasi literasi keuangan.Rangkaian kegiatan HUT RI turut diikuti 25 pelaku UMKM serta kehadiran booth dan mobil layanan keliling dari OJK, Bank Sultra, BRI, BPR, BNI, BPJS Ketenagakerjaan, dan PNM.

Melalui layanan jemput bola tersebut, masyarakat pesisir dapat berkonsultasi dan memperoleh edukasi keuangan secara langsung. Langkah ini diharapkan dapat membantu masyarakat terhindar dari risiko kejahatan finansial sekaligus mampu mengelola permodalan secara bijak.

Kolaborasi Program EKI-KNMP diharapkan dapat mempercepat perluasan akses keuangan formal, memperkuat perlindungan sosial dan ekonomi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan yang inklusif di Kabupaten Konawe.
Melalui sinergi antara KKP, OJK, pemerintah daerah, dan seluruh PUJK, KNMP Desa Sorue Jaya diproyeksikan terus berkembang menjadi kawasan ekonomi pesisir yang produktif, mandiri, dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

No More Posts Available.

No more pages to load.