Sultra Maimo 2026 Dorong UMKM Naik Kelas, Go Digital hingga Pasar Internasional

oleh -54 Dilihat

FOKUSNEWS.ID, KENDARI – Sulawesi Tenggara memiliki beragam produk unggulan, mulai dari hasil laut, kopi, produk olahan pangan, kerajinan, wastra, hingga kuliner khas daerah. Tantangan yang dihadapi saat ini bukan lagi sebatas menghasilkan produk, melainkan bagaimana memastikan produk tersebut memiliki nilai tambah, memenuhi standar mutu, memanfaatkan teknologi digital, memperoleh akses pembiayaan, serta mampu menjangkau pasar yang lebih luas, termasuk pasar internasional.

Menjawab tantangan tersebut, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara bersama Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tenggara menyelenggarakan Sultra Maimo Tahun 2026 sebagai wadah kolaborasi untuk memperkuat ekosistem UMKM agar semakin maju, inovatif, berdaya saing, dan berkelanjutan. Melalui sinergi bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, industri jasa keuangan, dunia usaha, akademisi, dan komunitas, Sultra Maimo diharapkan mampu mempercepat transformasi UMKM sehingga memberikan manfaat nyata bagi perekonomian daerah.

Gubernur Sulawesi Tenggara, Mayjen TNI (Purn.) Andi Sumangerukka, menegaskan bahwa UMKM merupakan tulang punggung perekonomian yang berperan penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta memperkuat ketahanan ekonomi daerah. Oleh karena itu, pengembangan UMKM tidak lagi dipandang sebagai program pemberdayaan semata, melainkan bagian dari strategi pembangunan untuk meningkatkan produktivitas, memperkuat industri kreatif, dan mengembangkan potensi unggulan daerah.

Di tengah perkembangan teknologi, digitalisasi juga menjadi kebutuhan bagi pelaku UMKM untuk memperluas pemasaran, meningkatkan efisiensi usaha, dan memberikan kemudahan transaksi kepada konsumen. Dalam kesempatan tersebut, Gubernur mengapresiasi peran Bank Indonesia yang terus mendorong implementasi QRIS di Sulawesi Tenggara sebagai bagian dari percepatan transformasi digital UMKM. Hingga Triwulan II 2026, pengguna QRIS di Sulawesi Tenggara mencapai sekitar 350 ribu pengguna atau tumbuh 23,20% (yoy), sementara jumlah merchant telah mencapai lebih dari 267 ribu pelaku usaha atau tumbuh 28,49% (yoy) dengan volume transaksi mencapai 5,23 juta transaksi.

Selain transformasi digital, perluasan akses pasar juga menjadi fokus penguatan UMKM. Untuk itu, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara menginisiasi Gerai Ekspor Sultra (GETRA) bersama Bank Indonesia, Bea Cukai, Badan Karantina Indonesia, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya. Kehadiran GETRA diharapkan menjadi pusat layanan terpadu yang memberikan konsultasi, pelatihan, pendampingan, hingga fasilitasi ekspor sehingga semakin banyak UMKM Sulawesi Tenggara mampu memasuki pasar internasional. Gubernur Sulawesi Tenggara juga turut mengajak seluruh pelaku UMKM untuk memanfaatkan GETRA sebagai sarana belajar mengenai ekspor, memperoleh pendampingan secara berkelanjutan, serta meningkatkan kapasitas usahanya agar mampu memenuhi standar pasar internasional dan memperluas akses ke pasar global.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tenggara, Bp. Edwin Permadi, menyampaikan bahwa Sultra Maimo bukan sekadar festival tahunan, tetapi sebuah gerakan untuk membangun ekosistem UMKM yang saling terhubung dari hulu hingga hilir. Menurutnya, keberhasilan UMKM hanya dapat diwujudkan melalui kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah yang menyiapkan kebijakan dan infrastruktur, Bank Indonesia yang mendorong pengembangan UMKM, digitalisasi sistem pembayaran dan perluasan akses pasar, Otoritas Jasa Keuangan dan industri keuangan yang memperkuat literasi dan akses pembiayaan, dunia usaha yang membuka kemitraan, perguruan tinggi dan komunitas yang menghadirkan inovasi, hingga media yang memperluas promosi produk-produk unggulan Sulawesi Tenggara.

Sebagai implementasi dari kolaborasi tersebut, Sultra Maimo 2026 menghadirkan berbagai program yang dirancang untuk memperkuat kapasitas dan daya saing UMKM, di antaranya showcasing produk UMKM unggulan, Business Matching, Sultra Trade Forum, Festival Kuliner, Coffee Competition, Kompetisi Model Bisnis Sirkular, serta Fashion Show Wastra. Rangkaian kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi ruang promosi, tetapi juga menghasilkan transaksi bisnis, memperluas jejaring kemitraan, meningkatkan kapasitas pelaku usaha, serta membuka peluang pasar yang lebih luas bagi UMKM Sulawesi Tenggara.

Melalui Sultra Maimo Tahun 2026 yang diselenggarakan di The Park Kendari sejak 2 – 9 Agustus 2026, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara dan Bank Indonesia berharap semakin banyak UMKM yang mampu naik kelas, memanfaatkan digitalisasi, memperluas akses pasar, serta meningkatkan daya saing produk unggulan daerah sehingga memberikan kontribusi yang semakin besar terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Sulawesi Tenggara. Selain itu, sebagai bentuk komitmen untuk terus memperluas digitalisasi sistem pembayaran di Sulawesi Tenggara, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tenggara juga akan menyelenggarakan Pekan QRIS Nasional (PQN) pada bulan Agustus 2026. Melalui kegiatan tersebut, Bank Indonesia akan menghadirkan berbagai program edukasi, sosialisasi, dan pengenalan penggunaan QRIS guna mendorong semakin banyak masyarakat dan pelaku UMKM memanfaatkan transaksi pembayaran digital secara aman, mudah, dan efisien. Pelaksanaan PQN diharapkan semakin memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan digital serta mendukung percepatan transformasi digital UMKM di Sulawesi Tenggara.

Tinggalkan Balasan

No More Posts Available.

No more pages to load.