FOKUSNEWS.ID, KENDARI – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara mulai mematangkan kesiapan sumber daya manusia untuk mendukung operasional Sekolah Unggul Garuda yang tengah dibangun di Kabupaten Konawe Selatan. Sebanyak 60 guru terbaik yang telah mengantongi sertifikat master teacher dipersiapkan mengikuti proses seleksi nasional sebagai calon pengajar.
Puluhan guru tersebut merupakan aparatur sipil negara (PNS) yang berasal dari 17 kabupaten dan kota se-Sultra, mencerminkan pemerataan kualitas pendidik dari berbagai wilayah, mulai dari daratan hingga kepulauan.
Sekolah Unggul Garuda sendiri merupakan program strategis nasional yang masuk dalam Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo Subianto, dengan misi memperluas akses pendidikan unggulan hingga ke daerah pinggiran.
Di Sultra, sekolah ini dibangun di Desa Lebo Jaya, Kecamatan Konda, Konawe Selatan, di atas lahan seluas sekitar 20 hektare. Kompleks bangunan sekolah dirancang mencakup area seluas 4 hektare dan ditargetkan mulai beroperasi pada Juli 2026.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sultra, Prof. Aris Badara, mengungkapkan bahwa Sultra termasuk daerah prioritas nasional dalam pembangunan Sekolah Unggul Garuda. Selain Sultra, tiga daerah lain yang lebih dulu ditetapkan yakni Kota Soe (NTT), Belitung Timur (Babel), dan Kalimantan Utara.
“Sultra menjadi salah satu daerah dengan alokasi anggaran pembangunan fisik terbesar untuk Sekolah Unggul Garuda,” kata Prof. Aris Badara, Senin (5/1/2025).
Ia menjelaskan, meski sempat mengalami hambatan teknis, progres pembangunan kembali berjalan normal sejak Januari 2026. Pemerintah daerah juga telah menyiapkan skema sekolah transit apabila pembangunan gedung utama belum sepenuhnya rampung saat tahun ajaran baru dimulai.
Terkait perekrutan tenaga pendidik, Prof. Aris menegaskan bahwa seluruh proses seleksi berada di bawah kewenangan pemerintah pusat, mengingat Sekolah Unggul Garuda berstatus sekolah nasional. Namun demikian, Pemprov Sultra berperan aktif menyiapkan guru-guru potensial dari daerah.
“Yang kami siapkan saat ini adalah guru PNS bersertifikat master teacher. Tetapi guru lain yang belum memiliki sertifikasi tetap memiliki kesempatan yang sama untuk mengikuti seleksi,” ujarnya.
Ia menambahkan, seleksi pengajar akan dilakukan secara ketat dan berbasis sistem penilaian objektif demi menjamin kualitas pendidikan sesuai standar nasional.
“Kami optimistis dan berharap mayoritas tenaga pengajar di Sekolah Unggul Garuda Konawe Selatan nantinya merupakan putra-putri terbaik Sulawesi Tenggara,” pungkasnya.





