SMAN 1 Pondidaha Sukses Gelar Workshop Pembelajaran Mendalam bersama Pengawas dan Tim TLC Sultra

oleh -83 Dilihat
Suasana pelaksanaan Workshop Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) di SMA Negeri 1 Pondidaha Tahun Pelajaran 2025/2026 yang diikuti para guru bersama pengawas sekolah dan Tim Teaching Learning Community (TLC) Sulawesi Tenggara, berlangsung di Pondidaha, Februari 2026. (Foto Ist)

FOKUSNEWS.ID, PONDIDAHA – SMAN 1 Pondidaha mengambil langkah nyata dalam mentransformasi kualitas pendidikan di sekolah. Selama dua hari, 12–13 Februari 2026, sekolah ini sukses menyelenggarakan Workshop Pembelajaran Mendalam yang melibatkan Pengawas Pembina serta Tim Fasilitator Teaching and Learning Center (TLC) Provinsi Sulawesi Tenggara.

​Kegiatan ini bukan sekadar pertemuan rutin, melainkan upaya intensif untuk membekali para guru agar mampu merancang pembelajaran yang lebih bermakna, reflektif, dan sepenuhnya berpusat pada kebutuhan murid.

​Kepala SMAN 1 Pondidaha, Bustanil, S.Pd., M.Pd., membuka acara dengan optimisme tinggi. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa perubahan zaman menuntut guru untuk beradaptasi dengan pendekatan yang lebih kontekstual.

​”Pembelajaran mendalam bukan sekadar metode, tetapi sebuah pendekatan yang menuntun guru untuk menghadirkan pengalaman belajar yang berdampak nyata bagi karakter dan kompetensi murid,” ungkap Bustanil.

​Workshop ini menghadirkan pakar di bidangnya, yakni Ruslan, S.Pd., M.Si. (Pengawas Pembina dan Ketua TLC Sultra), serta tim fasilitator handal: St. Suraidah A.D. Datu, S.Ag., M.Pd. dan Wa Nini, S.Pd., M.Pd.

​Hari Pertama: Peserta menyelami konsep growth mindset (pola pikir bertumbuh) dan urgensi perubahan paradigma mengajar. Fokusnya adalah bagaimana membangun kemampuan berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan reflektif pada siswa.

​Hari Kedua: Suasana semakin intens dengan praktik langsung. Para guru berdiskusi dalam kelompok untuk membedah modul ajar dan menyusun rancangan pembelajaran yang terintegrasi dengan asesmen autentik.

Suasana workshop berlangsung aktif dan partisipatif. Guru-guru terlibat dalam diskusi, berbagi pengalaman, serta saling memberi umpan balik terhadap rancangan pembelajaran yang disusun.

Pengawas Pembina dalam pemaparannya menegaskan bahwa penguatan kompetensi guru merupakan kunci utama peningkatan mutu pendidikan. Dengan pola pikir bertumbuh.

Sementara itu, ​Ruslan, S.Pd., M.Si., menekankan bahwa kunci keberhasilan program ini terletak pada konsistensi. Ia berharap pembelajaran mendalam tidak berhenti sebagai program sesaat, melainkan menjadi budaya sekolah yang berkelanjutan melalui kolaborasi antar-guru.

​Dengan berakhirnya workshop ini, SMAN 1 Pondidaha berkomitmen untuk memperkuat komunitas belajar internal. Tujuannya satu: memastikan setiap mata pelajaran di kelas mampu memantik rasa ingin tahu dan mengasah potensi terbaik setiap murid secara mendalam.

Tinggalkan Balasan

No More Posts Available.

No more pages to load.