Gubernur Sultra ASR Resmikan PPI Sodoha Kendari Pasca Rehabilitasi

oleh -108 Dilihat
Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, meresmikan operasional Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Sodoha Kendari pasca rehabilitasi. (Foto Ist)

FOKUSNEWS.ID, KENDARI – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, meresmikan operasional Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Sodoha Kendari pasca rehabilitasi, sebagai upaya memperkuat sektor perikanan dan meningkatkan kesejahteraan nelayan, Jumat (30/1/2026).

Dalam sambutannya, Gubernur ASR menyampaikan bahwa Sulawesi Tenggara memiliki potensi sumber daya perikanan yang sangat besar, mencapai sekitar 1,5 juta ton per tahun. Namun, potensi tersebut tidak akan memberikan manfaat optimal tanpa didukung infrastruktur yang memadai dan pengelolaan yang baik.

“Pada tahun 2025, produksi perikanan tangkap Sultra mencapai 264.883 ton. Ini angka besar, tapi tidak akan maksimal kalau tidak ditopang sarana dan prasarana yang layak, seperti PPI yang kita resmikan hari ini,” ujar ASR.

Ia menegaskan, PPI Sodoha bukan sekadar tempat sandar dan bongkar muat ikan, melainkan simpul ekonomi dan pusat aktivitas nelayan yang berperan penting dalam peningkatan nilai tambah sektor perikanan. Selama ini, PPI Sodoha telah memberikan kontribusi nyata terhadap perekonomian daerah, khususnya bagi masyarakat pesisir.

“Kalau kita mau makan ikan, hampir semuanya bersumber dari sini. Artinya, kualitas ikan di PPI ini sangat menentukan kualitas ikan yang sampai ke rumah-rumah masyarakat,” katanya.

Berdasarkan data tahun 2025, jumlah nelayan pengguna PPI Sodoha tercatat sebanyak 782 orang, dengan total produksi perikanan mencapai 11.497 ton. Angka tersebut menunjukkan bahwa PPI Sodoha merupakan salah satu pusat pendaratan ikan strategis di Sultra.

Pemerintah Provinsi Sultra, lanjut ASR, telah melakukan rehabilitasi sarana dan prasarana PPI Sodoha guna meningkatkan efisiensi aktivitas nelayan, menjaga kualitas hasil tangkapan, serta memperbaiki rantai distribusi dan pemasaran hasil perikanan.

Meski demikian, ASR menekankan pentingnya pemeliharaan dan pengelolaan pasca pembangunan. Ia meminta pengelola PPI agar menjaga fasilitas yang telah dibangun serta mencegah terjadinya konflik antar pelaku usaha.

“Kita ini sering mudah membangun, tapi susah memelihara. Saya titip betul tempat ini agar dirawat dengan baik, dijaga kebersihannya, dan diatur sehingga tidak menimbulkan konflik,” tegasnya.

Selain itu, kawasan PPI Sodoha juga telah ditertibkan sesuai peruntukannya. Penertiban tersebut, kata ASR, bukan untuk membatasi aktivitas masyarakat, melainkan agar PPI dapat berfungsi optimal sebagai pusat kegiatan perikanan dengan pengelolaan yang profesional.

Ia berharap, dengan sinergi lintas sektor, peningkatan infrastruktur, serta pemberdayaan nelayan dan pelaku usaha perikanan, PPI Sodoha dapat menjadi pusat pertumbuhan ekonomi sektor perikanan yang maju dan berkelanjutan.

“Semoga ini menjadi bagian dari upaya kita mewujudkan Sulawesi Tenggara yang maju, aman, sejahtera, dan religius,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

No More Posts Available.

No more pages to load.