DPRD Klarifikasi Isu Mangkrak Pembangunan SMPN 4 Kendari, Tegaskan Proyek Sesuai Kontrak

oleh -181 Dilihat
Ketua Komisi I Zulham Damu (Baju Hitam) Sekretaris Komisi III Muslimin T (Baju Biru) DPRD Kota Kendari bersama perwakilan Dinas terkait, PPTK, dan konsultan pengawas saat melakukan peninjauan lapangan pembangunan gedung SMP Negeri 4 Kendari, guna memastikan progres pekerjaan berjalan sesuai perencanaan, spesifikasi teknis, dan tahapan anggaran (Foto Ulank)

FOKUSNEWS.ID, KENDARI – Komisi III DPRD Kota Kendari menegaskan bahwa pembangunan gedung SMP Negeri 4 Kendari tidak mangkrak sebagaimana isu yang beredar di media sosial. Proyek tersebut dipastikan berjalan sesuai perencanaan, spesifikasi teknis, serta tahapan anggaran yang telah ditetapkan.

Sekretaris Komisi III DPRD Kota Kendari Muslimin T, menyampaikan klarifikasi tersebut usai melakukan peninjauan lapangan terhadap progres pembangunan sekolah. Ia menegaskan bahwa kehadiran pihaknya bukan merupakan kunjungan resmi Komisi III, melainkan respons atas pernyataan sikap sejumlah LSM yang mempertanyakan penggunaan anggaran dan kondisi bangunan.

“Ini bukan kunjungan resmi Komisi III. Saya datang karena melihat pernyataan di media sosial yang menyebut pembangunan sekolah ini tidak sesuai dan disebut mangkrak. Faktanya, pembangunan SMPN 4 ini dilakukan secara bertahap, bukan berhenti,” tegasnya.

Sekretaris Komisi III DPRD Kota Kendari Muslimin T (Foto Ulank)

Ia menjelaskan, pembangunan tahap pertama telah dianggarkan dan dilaksanakan sesuai kontrak. Tahap lanjutan akan kembali dianggarkan untuk menyempurnakan seluruh bangunan agar dapat berfungsi maksimal bagi kebutuhan siswa.

“Kalau disebut mangkrak, artinya anggaran sudah habis tapi bangunan tidak selesai. Ini tidak demikian. Pekerjaan tahap pertama sudah selesai sesuai nilai kontrak dan dikerjakan tepat waktu,” ujarnya.

Berdasarkan hasil peninjauan lapangan bersama Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), PPTK, dan konsultan pengawas, pembangunan dinilai telah memenuhi prinsip tepat guna, tepat mutu, dan tepat waktu. Secara fisik, bangunan juga dinilai sudah fungsional.

“Saya lihat secara kasat mata bangunan ini sesuai spesifikasi. Volume pekerjaan dan material yang digunakan juga sesuai formulasi teknis,” tambahnya.

Hal yang sama juga disampai ketua komisi I DPRD Kota Kendari Zulham Damu, Ia mengatakan Pembangunan gedung SMP 4 Kendari sudah sesuai tidak ada masalah kunjungan lapangan untuk meninjau progres pembangunan

Dalam tinjauannya, Zulham menekankan pentingnya tiga konsep utama dalam setiap pelaksanaan pembangunan, yakni tepat guna, tepat mutu, dan tepat waktu.

“Alhamdulillah, dari hasil tinjauan lapangan ini kita lihat semuanya sudah ada dan berjalan. Dari sisi waktu dan fisik bangunan, saat ini sudah fungsional. Yang paling utama memang fungsionalitasnya, karena tujuan pembangunan itu adalah agar bisa dimanfaatkan,” ujar Zulham.

“Kalau kita lihat secara keseluruhan dari kunjungan lapangan ini sudah oke. Hanya mungkin perlu sedikit pembenahan saja, tapi tidak terlalu signifikan,” singaktnya.

Sementara itu, PPTK pembangunan SMPN 4 Kendari Maljuwais menjelaskan bahwa pekerjaan tahap pertama dimulai pada 16 Juli hingga 23 Desember, dan selesai sebelum masa kontrak berakhir. Total anggaran tahap pertama mencapai sekitar Rp1,7 miliar, bersumber dari APBD Kota Kendari, dan dikerjakan oleh CV Asrita Perkasa.

“Pekerjaan tahap pertama meliputi pondasi hingga pengecoran plat lantai dua. Semua selesai sesuai kontrak,” jelas PPTK.

Pembangunan tahap kedua direncanakan akan dianggarkan kembali dengan nilai sekitar Rp2 miliar lebih, yang mencakup penyelesaian lantai dua, pembangunan ruang kelas hingga total 12 ruangan, aula, toilet, serta pengadaan mobiler. Proses tender akan dilakukan melalui Unit Layanan Pengadaan (ULP).

Pemkot Kendari menargetkan pembangunan SMPN 4 Kendari rampung sepenuhnya pada tahun 2026, sehingga dapat digunakan secara optimal pada awal 2027. Pembangunan gedung dua lantai ini dilakukan karena tingginya minat masyarakat untuk menyekolahkan anaknya di SMPN 4 Kendari, sementara keterbatasan lahan tidak memungkinkan pembangunan kelas baru secara horizontal.

“Jumlah peminat besar, sementara lahan terbatas. Maka solusi yang diambil adalah pembangunan vertikal,” jelasnya.

Dengan selesainya pembangunan secara bertahap, diharapkan tidak ada lagi siswa yang harus mengikuti kegiatan belajar mengajar pada sore hari, dan proses pendidikan dapat kembali berjalan normal.

Tinggalkan Balasan

No More Posts Available.

No more pages to load.