Dialog Terbuka dan Kehadiran Danrem 143/HO Wujudkan Aksi Damai di Kendari

oleh -419 Dilihat
Brigjen TNI Raden Wahyu Sugiarto Turun ke Lapangan, Demo Kendari Berjalan Aman (Foto Ist)

FOKUSNEWS.ID, KENDARI – Aksi demonstrasi yang digelar ribuan mahasiswa dan masyarakat di Kota Kendari, Senin (1/9/2025), berlangsung aman dan tertib tanpa insiden berarti. Kesuksesan pengamanan ini ternyata lahir dari strategi matang yang disiapkan Korem 143/HO bersama aparat terkait.

Kepala Seksi Operasi (Kasiops) Korem 143/HO, Letkol Inf Erwinsyah Taupan, menjelaskan bahwa keberhasilan pengendalian massa tidak lepas dari penerapan empat pilar utama, yakni penguatan intelijen, komunikasi intensif, pendekatan persuasif, serta sinergi TNI–Polri.

“Langkah awal kami adalah menghimpun informasi intelijen. Mulai dari isu pemicu, tokoh penggerak, hingga perkiraan jumlah peserta. Dari situ bisa dipetakan potensi kerawanan,” ungkapnya.

Setelah pemetaan dilakukan, Korem langsung bergerak melakukan pendekatan ke berbagai pihak, termasuk tokoh masyarakat dan koordinator aksi. Dialog terbuka dinilai menjadi kunci terciptanya hubungan baik antara aparat dan peserta demonstrasi.

Selain itu, kehadiran Danrem 143/HO, Brigjen TNI Raden Wahyu Sugiarto, di tengah massa turut memberi dampak psikologis. Kehadiran pimpinan di lapangan membuat aspirasi massa merasa lebih diperhatikan sekaligus meningkatkan kewaspadaan personel pengamanan.

“Personel kami juga dibekali teknik menghadapi provokasi dengan metode negosiasi dan langkah non-represif. Prinsipnya, keamanan dijaga tanpa mengurangi hak masyarakat menyampaikan pendapat,” jelas Letkol Erwinsyah.

Ia menambahkan, kerja sama erat dengan Polda Sultra menjadi faktor penentu. Pola koordinasi, deteksi dini, hingga simulasi pengamanan yang rutin digelar memastikan setiap skenario dapat diantisipasi.

“Kami berkomitmen menjaga Sultra tetap kondusif. Pengawasan akan terus ditingkatkan, kemampuan personel diasah, dan koordinasi dengan semua pihak diperkuat,” tegasnya.

Dengan strategi tersebut, demonstrasi di Kendari yang berpotensi menimbulkan gesekan dapat berlangsung damai. Situasi ini sekaligus menunjukkan pentingnya kolaborasi aparat keamanan dengan masyarakat dalam menjaga stabilitas daerah.

Tinggalkan Balasan

No More Posts Available.

No more pages to load.