BI Sultra Perkuat Ekosistem Pembayaran Digital di Transportasi dan Destinasi Wisata

oleh -2594 Dilihat
Foto bersama usai kegiatan Focus Group Discussion (FGD) “Percepatan Elektronifikasi di Sektor Transportasi dan Destinasi Wisata Sulawesi Tenggara (Foto Ist)

FOKUSNEWS.ID, KENDARI – Dalam upaya mempercepat elektronifikasi sektor transportasi dan destinasi wisata di Sulawesi Tenggara, Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Tenggara menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema “Percepatan Elektronifikasi di Sektor Transportasi dan Destinasi Wisata Melalui Penguatan Ekosistem Pembayaran Digital”.

Kegiatan ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, perbankan, pelaku usaha transportasi dan pariwisata, hingga masyarakat. Tujuannya adalah mengidentifikasi perkembangan serta kendala dalam perluasan penggunaan sistem pembayaran non-tunai di sektor transportasi dan pariwisata di Bumi Anoa.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sultra, Thatit Suryono, menjelaskan bahwa FGD ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat ekosistem pembayaran digital yang Cepat, Mudah, Murah, Aman, dan Handal (CeMuMuAH).

“Elektronifikasi bukan hanya soal efisiensi transaksi, tetapi juga mendukung transparansi, kenyamanan masyarakat, dan peningkatan penerimaan daerah,” ujarnya.

Kegiatan ini turut dihadiri Kepala KSOP Kelas II Kendari, Capt. Raman, MM, yang memberikan dukungan terhadap pengembangan digitalisasi layanan transportasi, khususnya di bidang pelayaran dan kepelabuhanan.

Saat ini, seluruh pemerintah daerah di Sulawesi Tenggara telah menjadi Pemda Digital, menjadi fondasi penting dalam penerapan transaksi non-tunai. Di sektor pariwisata, pertumbuhan yang pesat terutama di Wakatobi menunjukkan keberhasilan awal penerapan QRIS, tiket online, dan retribusi non-tunai, meskipun masih terdapat tantangan seperti keterbatasan jaringan dan akses transportasi di beberapa wilayah.

Melalui FGD ini, BI Sultra menegaskan komitmennya mendukung visi Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2025 dan 2030, khususnya dalam perluasan ekosistem non-tunai di sektor transportasi dan wisata.

Implementasi sistem seperti QRIS, tiket online, cashless parking, hingga gate pass system diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan transaksi masyarakat sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi digital daerah.

“Kami ingin masyarakat semakin terbiasa bertransaksi secara digital dalam aktivitas sehari-hari,” tutup Thatit.

 

 

Editor: Om Ulank

Tinggalkan Balasan

No More Posts Available.

No more pages to load.