BI Sultra Dorong Ekonomi Hijau Lewat Program Tukar Botol Jadi Uang di Sultra Maimo 2025

oleh -1322 Dilihat
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Tenggara, Edwin Permadi (kedua dari kanan) bersama para narasumber dan tamu undangan berfoto bersama usai pelaksanaan Talk Show “Circular Economy for Resilient & Clean Environment in Southeast Sulawesi” (Circle Sultra) dalam rangkaian kegiatan Sultra Maimo 2025 di Mall The Park Kendari (Foto Ist)

FOKUSNEWS.ID, KENDARI – Bank Indonesia Perwakilan Sulawesi Tenggara (BI Sultra) menunjukkan komitmennya dalam mendukung ekonomi berkelanjutan melalui inovasi ramah lingkungan di ajang Sultra Maimo 2025, Sabtu (21/6/2025).

Dalam kegiatan bertajuk Circular Economy for Resilient & Clean Environment in Southeast Sulawesi atau Circle Sultra, BI Sultra menggandeng berbagai pihak untuk memperkuat kesadaran masyarakat terhadap pentingnya ekonomi sirkular.

Salah satu terobosan yang menarik perhatian publik adalah peluncuran mesin Reverse Vending Machine (RVM) hasil kolaborasi dengan Plasticpay. Melalui mesin ini, masyarakat bisa menukarkan botol plastik bekas menjadi poin digital yang kemudian dikonversi menjadi uang elektronik.
Langkah ini diharapkan dapat mengubah cara pandang masyarakat terhadap sampah plastik, dari yang semula dianggap limbah menjadi sumber nilai ekonomi.

Kepala Perwakilan BI Sultra, Edwin Permadi, menuturkan bahwa inovasi tersebut menjadi bagian dari upaya edukasi publik mengenai pentingnya pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan.

“Kami ingin menunjukkan bahwa sampah plastik pun bisa menjadi peluang ekonomi. Dengan cara ini, masyarakat terdorong untuk lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan,” ujarnya.

Untuk menggunakan mesin RVM, warga cukup mengunduh aplikasi Plasticpay, mendaftar, lalu memindai barcode pada mesin setelah memasukkan botol plastik. Setiap transaksi akan menghasilkan poin yang bisa ditukar dengan uang elektronik.

Selain peluncuran inovasi tersebut, kegiatan ini juga menghadirkan sesi diskusi interaktif bersama sejumlah narasumber, di antaranya Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sultra Andi Makkawaru, Dosen SBM ITB Leo Aldianto, dan Head of Marketing & Creative Plasticpay Henry Habinsaran.

Dalam diskusi itu, Andi Makkawaru menekankan pentingnya dukungan lintas sektor dalam memperkuat kebijakan pengelolaan sampah. Sementara Leo Aldianto menilai, ekonomi sirkular harus dibangun dengan melibatkan teknologi dan edukasi masyarakat secara masif.

Henry Habinsaran menambahkan, kolaborasi bersama BI Sultra menjadi langkah nyata mendorong masyarakat untuk lebih sadar memilah sampah.

“Kami ingin membuktikan bahwa sampah plastik punya nilai ekonomi jika dikelola dengan cara yang benar,” katanya.

Melalui kegiatan ini, BI Sultra tidak hanya memperkuat komitmen terhadap pembangunan ekonomi hijau, tetapi juga menghadirkan solusi konkret dalam membangun budaya baru: menabung sambil menjaga bumi.

 

 

Editor: Om Ulank

Tinggalkan Balasan

No More Posts Available.

No more pages to load.