FOKUSNEWS.ID, BALI – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Tenggara terus mendorong peningkatan kapasitas petani lokal agar mampu bersaing di pasar nasional hingga global. Salah satu langkah nyatanya yakni melalui kegiatan Studi Banding Petani Kopi Sultra yang digelar pada 23–24 September 2025.
Kegiatan ini diikuti oleh para petani kopi binaan BI Sultra yang berkesempatan mempelajari seluruh rantai nilai industri kopi, mulai dari hulu hingga hilir. Pada hari pertama, rombongan melakukan kunjungan ke Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Kopi di Desa Wanagiri untuk belajar langsung mengenai budidaya kopi yang efektif, penguatan kelembagaan petani, serta peran penting Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dalam pengembangan ekonomi desa berbasis kopi.
Hari kedua, peserta melanjutkan kunjungan ke Akasa Specialty Coffee di Kintamani, Bali. Di sana, para petani mendalami proses pascapanen, teknik roasting, hingga cara memilih biji kopi sesuai selera konsumen. Tak hanya itu, mereka juga berbagi pengalaman dengan pelaku UMKM kopi Arabika setempat tentang bagaimana menjaga kemitraan bisnis yang berkelanjutan dan saling menguntungkan.
Salah satu peserta, Asri, pemilik Kopi Tolaki, mengaku mendapatkan banyak manfaat dari kegiatan tersebut.
“Saya sangat banyak mendapatkan ilmu, mulai dari budidaya, pengolahan, sampai dengan ilmu roasting. Hari ini bisa menjawab semua permasalahan yang kami hadapi selama ini,” ungkapnya.
Ia berharap industri kopi di Sulawesi Tenggara terus berkembang dan kemitraan dari hulu hingga hilir semakin kuat.
Melalui kegiatan ini, BI Sultra berharap petani kopi dapat meningkatkan kualitas produk dan daya saingnya, sekaligus memperkuat posisi kopi Sultra di pasar nasional maupun internasional.
“Semoga industri kopi Sulawesi Tenggara terus berkembang dan petani kita mampu naik kelas,” tutup Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sultra, Thatit Suryono.
Editor : Om Ulank






