Wali Kota Kendari Buka Jalan Santai Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan

oleh -458 Dilihat
Wali Kota Kendari, dr. Hj. Siska Karina Imran saat melepas peserta jalan santai dalam rangka Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Foto Ist)

FOKUSNEWS.ID, KENDARI – Wali Kota Kendari, dr. Hj. Siska Karina Imran, SKM., membuka secara resmi kegiatan jalan santai dalam rangka memperingati Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan. Kegiatan ini berlangsung di pelataran Balai Kota Kendari pada Sabtu (6/12/2025), dan diikuti oleh Wakil Wali Kota, Ketua TP-PKK, Sekda, para asisten, kepala OPD, serta ribuan perempuan dari berbagai wilayah Kota Kendari.

Pada momentum tersebut, Kota Kendari mencatatkan diri sebagai barisan terpanjang se-Indonesia dalam pelaksanaan kegiatan kampanye anti kekerasan terhadap perempuan tahun ini. Antusiasme masyarakat terlihat sejak pagi, menunjukkan komitmen kuat terhadap upaya penghentian segala bentuk kekerasan berbasis gender.

Dalam sambutannya, Wali Kota Siska Karina Imran menegaskan bahwa peringatan 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan tidak hanya dirayakan di Kendari, tetapi juga di berbagai belahan dunia. Ia menekankan bahwa momentum ini harus menjadi pengingat sekaligus pemicu untuk memperkuat perlindungan terhadap perempuan.

“Saya menyampaikan apresiasi kepada seluruh perempuan tangguh yang hadir, serta menegaskan pentingnya saling menyayangi, saling melindungi, dan bersama-sama memberantas kekerasan terhadap perempuan di Kota Kendari,“ ujarnya.

Menurutnya, kekompakan perempuan merupakan kunci dalam menciptakan kota yang aman dan ramah bagi semua.
Lebih lanjut, Siska menekankan pentingnya memberdayakan perempuan agar menjadi lebih tangguh, hebat, dan berani.

“Perempuan tidak boleh merasa kalah atau lemah dibandingkan laki-laki, karena setiap perempuan memiliki kekuatan tersendiri yang perlu dihargai dan diperkuat melalui kebersamaan,“ tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Siska juga menyoroti fenomena disharmoni antarperempuan yang justru dapat melemahkan perjuangan bersama. Ia menyinggung persoalan yang kerap memicu konflik, seperti perselingkuhan, dan mengajak seluruh perempuan untuk menghentikan saling menyakiti serta memperkuat solidaritas.

Tinggalkan Balasan

No More Posts Available.

No more pages to load.