Transformasi Digital Berbasis BPJS Kesehatan, RS Hermina dan RS Bhayangkara Kendari Raih Penghargaan

oleh -370 Dilihat
BPJS Kesehatan Cabang Kendari memberikan penghargaan kepada RSU Hermina Kendari dan RS Bhayangkara Kendari sebagai role model implementasi transformasi digital layanan kesehatan tahun 2025 (Foto Kak Ulank)

FOKUSNEWS.ID, KENDARI – BPJS Kesehatan Cabang Kendari terus mendorong peningkatan mutu layanan kesehatan melalui pemanfaatan teknologi digital. Komitmen tersebut ditunjukkan lewat kegiatan apresiasi bagi mitra fasilitas kesehatan yang dirangkaikan dengan Media Workshop, Senin (16/12/2025).

Dalam agenda tersebut, dua rumah sakit di Kota Kendari, yakni RS Hermina Kendari dan RS Bhayangkara Kendari, menerima penghargaan sebagai rumah sakit percontohan dalam penerapan transformasi digital layanan kesehatan sepanjang tahun 2025.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kendari, Rinaldi Wibisono, menjelaskan bahwa penetapan kedua rumah sakit tersebut dilakukan melalui proses penilaian terukur oleh Direktorat Teknologi Informasi BPJS Kesehatan Kantor Pusat. Evaluasi difokuskan pada penerapan sistem digital yang berdampak langsung terhadap kemudahan layanan bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Beberapa aspek yang menjadi indikator penilaian antara lain penggunaan surat eligibilitas peserta berbasis elektronik, pemanfaatan teknologi pengenalan wajah, serta sistem antrean online yang terintegrasi dengan aplikasi Mobile JKN.

“Digitalisasi layanan ini bertujuan memberikan kepastian waktu dan meningkatkan efisiensi pelayanan. Meski membutuhkan investasi besar, langkah ini merupakan kebutuhan yang tidak dapat dihindari,” kata Rinaldi.

Ia berharap keberhasilan RS Hermina Kendari dan RS Bhayangkara Kendari dapat menjadi inspirasi bagi fasilitas kesehatan lainnya di Sulawesi Tenggara untuk terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

Selain pemberian apresiasi, kegiatan tersebut juga menjadi sarana penguatan pemahaman keterbukaan informasi publik melalui Media Workshop yang menghadirkan Ketua Komisi Informasi Sulawesi Tenggara sebagai narasumber.

Rinaldi menegaskan, BPJS Kesehatan sebagai badan hukum publik berkomitmen menjalankan prinsip transparansi sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, tanpa mengabaikan perlindungan data pribadi peserta JKN.

“Kami terbuka terhadap permintaan informasi dan pengaduan masyarakat, namun data peserta tetap kami jaga secara ketat sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan,” ujarnya.

Penghargaan yang diraih RSU Hermina Kendari
Direktur RSU Hermina Kendari, dr. Yulita Basir, menyebut capaian tersebut sebagai prestasi besar sejak rumah sakit itu mulai beroperasi. Menurutnya, transformasi dari sistem pelayanan manual menuju digital merupakan fokus utama manajemen demi memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi pasien.

Ia menegaskan bahwa pihaknya terus melakukan pembenahan sistem guna meminimalisir berbagai kendala teknis yang berpotensi mengganggu pelayanan. Penghargaan yang diterima, kata dia, merupakan bentuk apresiasi atas komitmen rumah sakit dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih efisien dan modern.

“Penghargaan ini menjadi bonus dari upaya kami untuk terus memberikan kemudahan bagi pasien. Fokus utama kami tetap pada peningkatan kualitas pelayanan,” ujar dr. Yulita.

Hal yang sama disampaikan Wakil Kepala Rumah Sakit (Wakarumkit) RS Bhayangkara Kendari, AKP Jamaluddin. Ia menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan, seraya menegaskan bahwa RS Bhayangkara tidak hanya melayani anggota Polri, tetapi juga masyarakat umum dengan standar pelayanan yang optimal.

Jamaluddin mengakui bahwa penerapan layanan digital masih menghadapi tantangan, khususnya bagi pasien lanjut usia yang belum terbiasa dengan teknologi. Untuk mengatasi hal tersebut, pihak rumah sakit menyiagakan tim khusus yang bertugas mendampingi pasien selama proses pelayanan berbasis digital.

“Kami berharap penghargaan ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas layanan, sekaligus memastikan seluruh lapisan masyarakat tetap terlayani dengan baik,” ucapanya.

Mengakhiri kegiatan, Rinaldi mengajak seluruh pemangku kepentingan, termasuk media dan pemerintah daerah, untuk memperkuat kolaborasi dalam menghadapi tantangan layanan kesehatan di tahun 2026.

“Ke depan, tantangan akan semakin kompleks. Sinergi semua pihak menjadi kunci untuk mewujudkan pelayanan kesehatan yang berkelanjutan dan berkualitas bagi seluruh masyarakat,” tutupnya.

 

Loporan : Kk Ulank

Tinggalkan Balasan

No More Posts Available.

No more pages to load.