FOKUSNEWS.ID, BAUBAU – Bank Indonesia bersama perbankan di Sulawesi Tenggara terus memperkuat sinergi dalam pengelolaan uang Rupiah. Salah satu wujud nyata kolaborasi tersebut diwujudkan melalui kegiatan Evaluasi Penarikan dan Penyetoran Uang Semester I Tahun 2025, yang sekaligus dirangkaikan dengan peluncuran Early Warning System (EWS) Pengelolaan Uang Rupiah (PUR) Generasi II.
Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan dari bank umum dan bank pengelola kas titipan di wilayah Sulawesi Tenggara. Dalam kegiatan tersebut, peserta mengikuti pemaparan teknis, sesi diskusi, serta simulasi penggunaan sistem EWS PUR Gen II, yang dirancang sebagai inovasi digital untuk memantau kebutuhan kas secara lebih proaktif, efisien, dan terintegrasi antara Bank Indonesia dan industri perbankan.
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sultra, Thatit Suryono,d Dalam sambutannya menyampaikan bahwa kehadiran sistem EWS PUR Gen II diharapkan dapat meningkatkan efektivitas koordinasi antarbank, sekaligus memastikan ketersediaan uang Rupiah yang cukup, layak edar, dan tepat waktu di seluruh wilayah Sultra.
Selain kegiatan evaluasi dan peluncuran sistem, peserta juga mengikuti kegiatan outbound yang dirancang untuk memperkuat kerja sama, komunikasi, serta kebersamaan antar-insan perbankan. Aktivitas ini menjadi bagian penting dalam membangun koordinasi yang lebih erat dan solid antara Bank Indonesia dan lembaga keuangan di daerah.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, peserta diajak melakukan kunjungan budaya ke Benteng Keraton Buton, salah satu situs bersejarah Kesultanan Buton. Di lokasi tersebut, para peserta berkesempatan melihat langsung mata uang Kampua, peninggalan berharga dari sistem keuangan tradisional masa Kesultanan Buton yang kini tersimpan di Museum Kesultanan.
Kunjungan ini menjadi refleksi mendalam tentang perjalanan sejarah uang dan perannya dalam budaya ekonomi lokal, sekaligus menegaskan komitmen Bank Indonesia untuk terus menjaga nilai Rupiah tidak hanya sebagai alat transaksi, tetapi juga sebagai simbol kedaulatan bangsa.
Editor : Om Ulank







