Sertifikat Halal Dongkrak Kepercayaan dan Penjualan, UMKM Raya Jadi Bukti Nyata Ekonomi Syariah Mendorong Pertumbuhan Daerah

oleh -149 Dilihat
Raya Owner KERIPIS OM /Keripik Pisang (Foto Ulank)

FOKUSNEWS.ID, KENDARI – Di tengah geliat ekonomi syariah yang terus bertumbuh di Sulawesi Tenggara, kisah sukses Raya pelaku UMKM asal Kota Kendari menjadi contoh nyata bagaimana sertifikat halal bukan sekadar label, melainkan pintu menuju kepercayaan dan peningkatan penjualan.

Awalnya, usaha keripik pisang milik Raya hanya dikenal di kalangan tetangga dan teman dekat. Produksi pun masih terbatas, hanya sekitar 50 bungkus setiap kali membuat. Namun, sejak berani melangkah mengurus sertifikat halal dan izin usaha, arah bisnisnya berubah total.

“Sejak memiliki sertifikat halal, saya lebih percaya diri memperkenalkan produk saya kepada orang-orang. Dulu pembelinya hanya teman, sekarang produk saya bisa ditemukan di swalayan, minimarket, bahkan coffee shop,” ujar Raya dengan senyum bangga saat ditemui di rumah produksinya, Jumat (7/11/2025).

Tak hanya soal izin, Raya juga aktif belajar dari berbagai pelatihan kewirausahaan dan membaca kisah inspiratif pengusaha sukses. Ia memperbaiki kualitas bahan, kemasan, dan pemasaran. Hasilnya, kini produksi meningkat hingga 1.000 bungkus per batch, dengan permintaan yang terus naik.

Menurutnya, sertifikat halal menjadi nilai tambah penting yang meningkatkan kepercayaan konsumen sekaligus membuka peluang kemitraan baru.

“Bagi kita umat muslim, membeli produk yang sudah jelas kehalalannya itu penting. Walau kemasan bagus, kalau belum ada label halalnya, orang pasti ragu,” jelasnya.

Kini, keripik pisang “Raya” tampil modern dengan label halal resmi dan cita rasa khas lokal yang digemari banyak kalangan. Ia berharap kisahnya bisa menginspirasi pelaku UMKM lain agar tidak takut melangkah dan mengurus legalitas usaha.

“Produk biasa bisa jadi luar biasa kalau dikemas dengan baik dan punya izin lengkap. Sertifikat halal itu bukti keseriusan kita menjaga kepercayaan konsumen,” tutupnya penuh semangat.

Ekosistem Halal Dorong Ekonomi Syariah Sulawesi Tenggara

Cerita sukses Raya menjadi bagian dari mozaik besar pertumbuhan ekonomi syariah di Sulawesi Tenggara, yang kini semakin terasa dari hulu hingga hilir. Tak hanya di sektor perbankan dan pembiayaan, namun juga di dunia usaha kecil, pariwisata, dan industri kreatif.

Tiga pilar utama menggerakkan ekonomi syariah di daerah ini: pembiayaan yang adil, sertifikasi halal yang kuat, serta destinasi ramah muslim. Sinergi antara pemerintah daerah, Bank Indonesia Sulawesi Tenggara, perbankan syariah, lembaga sertifikasi, kampus, hingga komunitas lokal memperkuat arah kebijakan yang menyentuh langsung dapur pelaku usaha.

Beragam agenda dilakukan sepanjang 2025, mulai dari Sultra Maimo 2025, pameran dan business matching UMKM syariah, hingga boot camp IKRA (Industri Kreatif Syariah) yang membina pengusaha muda meningkatkan kualitas produk dan kemasan.

Puncaknya, pada Festival Ekonomi Syariah Kawasan Timur Indonesia (FESyar KTI) dan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) ke-12, pelaku usaha asal Sultra turut berpartisipasi memperkenalkan produk halal unggulan di panggung nasional. Langkah ini menegaskan bahwa pelaku UMKM Sultra kini siap bersaing di pasar halal nasional dan internasional.

Tak hanya itu, Zona KHAS (Kuliner Halal, Aman, dan Sehat) yang disinergikan dengan event Wakatobi Wave 2025 menandai babak baru pariwisata halal di daerah ini. Inisiatif ini memperkuat quality tourism berbasis nilai syariah menjadikan wisata halal bukan sekadar konsep, tapi pengalaman nyata bagi wisatawan.

Menjadi Pusat Ekonomi Syariah Kawasan Timur

Dukungan kuat dari berbagai pihak menunjukkan bahwa Sulawesi Tenggara memiliki bekal untuk menjadi episentrum ekonomi syariah di Kawasan Timur Indonesia.

Pelaku UMKM yang adaptif, potensi wisata yang kaya, jejaring pendidikan dan komunitas yang aktif, serta platform digital yang semakin inklusif menjadi fondasi kuat untuk pertumbuhan berkelanjutan.

Ekonomi syariah kini bukan lagi sekadar pilihan alternatif, tetapi arus utama yang menyeimbangkan antara nilai dan nilai tambah.
Perubahan yang terjadi mungkin tidak selalu tampak cepat, namun perlahan dan pasti membentuk wajah baru Sulawesi Tenggara  daerah yang lebih adil, berdaya saing, dan percaya diri menyongsong masa depan.

Ekonomi syariah bukan hanya tentang transaksi tanpa riba, tapi tentang membangun kepercayaan, keberlanjutan, dan keberkahan.

Dan dari dapur kecil milik Raya di Kendari, semangat itu tumbuh menginspirasi ribuan UMKM lain untuk melangkah lebih yakin di jalan halal.

Editor : Om Ulank

Sumber artikel  : Makmur T. Hasudungan Panjaita

Tinggalkan Balasan

No More Posts Available.

No more pages to load.