Pemkot Kendari Klarifikasi Kunjungan Kerja ke Bali: Agenda Resmi, Bukan Wisata

oleh -335 Dilihat
Pemkot Kendari berkunjung di Desa Wisata Penglipuran, Bangli, untuk mempelajari konsep desa bersih dan ramah lingkungan berbasis partisipasi masyarakat (Foto Ist)

FOKUSNEWS.ID, KENDARI – Pemerintah Kota Kendari menegaskan bahwa kegiatan kunjungan kerja ke Provinsi Bali yang dilakukan beberapa waktu lalu merupakan bagian dari agenda resmi untuk memperkuat tata kelola pemerintahan dan peningkatan kualitas layanan publik.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Kendari, Sahuriyanto, menjelaskan bahwa kunjungan kerja yang berlangsung selama tiga hari itu dilaksanakan dalam rangka benchmarking atau studi pembelajaran terhadap praktik terbaik (best practice) yang telah diterapkan oleh pemerintah daerah lain.

“Kegiatan ini merupakan agenda resmi Pemkot Kendari yang terjadwal, dengan tujuan memperkaya wawasan aparatur dalam pelayanan publik, pengelolaan lingkungan, serta pengembangan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal,” ungkap Sahuriyanto, Sabtu (25/10/2025).

Selama berada di Bali, rombongan Pemkot Kendari mengunjungi tiga lokasi utama yang dinilai relevan dengan program prioritas daerah, yaitu:

  • Desa Wisata Penglipuran, Bangli, untuk mempelajari konsep desa bersih dan ramah lingkungan berbasis partisipasi masyarakat, Selasa 21 Oktober 2025.
  • Mal Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Badung, guna meninjau sistem integrasi layanan yang efisien dan ramah pengguna, Rabu 22 Oktober 2025.
  • Krisna Nusantara Group, untuk belajar strategi pengelolaan pusat oleh-oleh dan pemasaran produk UMKM unggulan daerah, Rabu Oktober 2025.

Menurutnya, kegiatan tersebut diharapkan menjadi inspirasi bagi Pemerintah Kota Kendari dalam memperkuat inovasi dan daya saing daerah, khususnya dalam sektor pelayanan publik dan ekonomi masyarakat.

“Kita ingin membawa pulang hal-hal positif dari daerah lain yang sudah berhasil mengelola pelayanan dan pemberdayaan masyarakat dengan baik,” ujarnya.

Terkait beredarnya foto sejumlah peserta kunjungan di tempat hiburan, Sahuriyanto menegaskan bahwa hal tersebut tidak berkaitan dengan kegiatan resmi pemerintah.

“Perlu kami luruskan, aktivitas di luar agenda resmi adalah inisiatif pribadi peserta. Pemerintah Kota Kendari tidak pernah menjadwalkan atau membiayai kegiatan di luar agenda pemerintahan,” tegasnya.

Ia menambahkan, Pemkot Kendari tetap memegang prinsip efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas dalam setiap pelaksanaan kegiatan, termasuk perjalanan dinas luar daerah.

“Kami berkomitmen agar setiap program yang dijalankan membawa manfaat nyata bagi masyarakat,” tutup Sahuriyanto.

 

Editor: Om Ulank

Tinggalkan Balasan

No More Posts Available.

No more pages to load.