OJK Sultra Perkuat Kolaborasi Persiapan Bulan Inklusi Keuangan 2026

oleh -35 Dilihat

FOKUSNEWS.ID, KENDARI – Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Sulawesi Tenggara (OJK Sultra) melalui Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) Sulawesi Tenggara memperkuat koordinasi dalam rangka mempersiapkan pelaksanaan Bulan Inklusi Keuangan (BIK) Tahun 2026 di Sulawesi Tenggara.

Pelaksanaan BIK 2026 di Sulawesi Tenggara direncanakan berpusat di Kota Kendari dan berlangsung selama dua hari pada minggu ketiga atau keempat Oktober 2026. Rangkaian kegiatan akan melibatkan industri jasa keuangan, pemerintah daerah, pelaku UMKM, komunitas, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Konsep kegiatan dirancang secara edukatif, inklusif, kreatif, dan mampu menjangkau masyarakat secara luas. Persiapan tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang berlangsung di Mauki Café Kendari dan dihadiri 47 perwakilan Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK) serta perwakilan Event Organizer (EO).

Rapat dibuka oleh Pembina FKIJK Sulawesi Tenggara sekaligus Kepala OJK Sultra, Bismi Maulana Nugraha. Dalam sambutannya, Bismi menekankan pentingnya kolaborasi seluruh Industri Jasa Keuangan (IJK) bersama pemerintah daerah dan stakeholder dalam menghadirkan rangkaian BIK yang tidak hanya menarik dan melibatkan masyarakat secara luas, tetapi juga memberikan manfaat nyata dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan.

“BIK menjadi momentum untuk memperkuat sinergi industri jasa keuangan dengan pemerintah daerah, UMKM, komunitas, dan masyarakat. Karena itu, rangkaian kegiatan yang disiapkan harus mampu menghadirkan edukasi keuangan sekaligus membuka akses masyarakat terhadap produk dan layanan jasa keuangan,” ujar Bismi.

Lebih lanjut, Bismi menyampaikan bahwa pelaksanaan BIK 2026 diharapkan menjadi wadah kolaborasi bagi seluruh anggota FKIJK. Keterlibatan PUJK tidak hanya diwujudkan melalui booth dan expo, tetapi juga melalui berbagai kegiatan edukasi, budaya, UMKM, olahraga, kompetisi antarlembaga jasa keuangan (IJK) dan masyarakat, serta kegiatan kreatif yang mampu menjangkau masyarakat secara lebih luas.

Dalam persiapan kegiatan, UMKM Expo direncanakan menyediakan ruang bagi lebih dari 40 UMKM. Kehadiran pelaku UMKM tersebut diharapkan dapat memperkuat keterkaitan antara inklusi keuangan dan pengembangan sektor usaha masyarakat, khususnya dalam memperluas akses UMKM terhadap layanan serta pembiayaan dari industri jasa keuangan.

Keterlibatan pemerintah daerah juga menjadi salah satu bagian penting dalam persiapan BIK 2026. Kegiatan ini menargetkan sedikitnya 12 kepala daerah untuk berpartisipasi dalam rangkaian acara.

Salah satu konsep yang dibahas adalah menampilkan ciri khas masing-masing daerah melalui pakaian, makanan, tarian, serta berbagai kekhasan kabupaten/kota di Sulawesi Tenggara. Konsep tersebut akan melibatkan kepala daerah bersama IJK sebagai bentuk perpaduan antara promosi budaya daerah dan kolaborasi industri jasa keuangan.

Selain expo dan kegiatan budaya, rangkaian BIK 2026 juga akan diperkuat dengan kegiatan olahraga dan hiburan melalui BIK Night Run dengan kategori 5K dan 10K.

Aspek edukasi dan literasi keuangan turut menjadi perhatian dalam penyusunan rangkaian kegiatan. Selain edukasi melalui booth dan interaksi langsung dengan masyarakat, panitia juga akan mengembangkan Video Competition bertema edukasi keuangan.

Kegiatan tersebut diharapkan menjadi media edukasi yang lebih kreatif sekaligus mendorong masyarakat memahami berbagai isu dan layanan sektor jasa keuangan melalui pendekatan digital.

Rangkaian BIK juga direncanakan berkolaborasi dengan pasar murah, Samsat Keliling, SIM Keliling, serta layanan pembuatan paspor dari Imigrasi sebagai kegiatan pendukung yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Kolaborasi tersebut diharapkan semakin memperkuat keterlibatan berbagai stakeholder dalam pelaksanaan BIK 2026 sekaligus menghadirkan layanan publik yang lebih dekat dan mudah diakses masyarakat.

OJK Sultra terus mendorong terbangunnya kolaborasi yang kuat antara industri jasa keuangan dan seluruh stakeholder dalam mendukung peningkatan literasi serta inklusi keuangan di Sulawesi Tenggara.

Pelaksanaan BIK 2026 diharapkan tidak hanya menjadi rangkaian kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi momentum strategis untuk memperluas akses masyarakat terhadap produk dan layanan jasa keuangan, memperkuat pemberdayaan UMKM, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

No More Posts Available.

No more pages to load.