OJK Sultra Luncurkan 60.819 Rekening Simpanan Pelajar, Perkuat Budaya Menabung Sejak Dini

oleh -791 Dilihat

FOKUSNEWS.ID, KENDARI – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Tenggara bersama Pemerintah Kota Kendari, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Sulawesi Tenggara, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Wilayah III Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua), industri jasa keuangan, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), serta para pemangku kepentingan melaksanakan Launching Pembukaan Rekening Simpanan Pelajar (SimPel) sebanyak 60.819 rekening.

Kegiatan yang digelar di Balai Kota Kendari ini merupakan bagian dari dukungan terhadap Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) sekaligus memperingati Hari Indonesia Menabung (HIM) Tahun 2026.

Momentum ini menjadi bentuk penguatan sinergi seluruh pemangku kepentingan dalam membangun budaya menabung sejak usia dini melalui perluasan akses kepemilikan rekening tabungan bagi pelajar sebagai implementasi Program KEJAR.

Kepala OJK Provinsi Sulawesi Tenggara, Bismi Maulana Nugraha, mengatakan bahwa menabung merupakan fondasi penting dalam membentuk perilaku keuangan yang sehat serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di masa depan.

“Hari Indonesia Menabung menjadi momentum untuk menanamkan kebiasaan mengelola keuangan sejak dini. Kepemilikan rekening tabungan diharapkan tidak hanya meningkatkan akses keuangan bagi pelajar, tetapi juga membentuk karakter disiplin, mandiri, dan bertanggung jawab dalam mengelola keuangan,” ujar Bismi.

Ia menambahkan, keberhasilan implementasi Program KEJAR membutuhkan sinergi yang berkelanjutan antara pemerintah daerah, satuan pendidikan, industri jasa keuangan, serta seluruh pemangku kepentingan agar budaya menabung dapat menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari para pelajar.

Sementara itu, Wali Kota Kendari, dr. Hj. Siska Karina Imran, S.K.M., menyampaikan apresiasi kepada OJK Provinsi Sulawesi Tenggara yang terus menghadirkan berbagai program edukasi dan inklusi keuangan bagi masyarakat, khususnya generasi muda.

Apresiasi juga diberikan kepada KPw BI Provinsi Sulawesi Tenggara, LPS Wilayah III Sulampua, Bank Sultra, PT BPR Bahteramas Kendari, Bursa Efek Indonesia Perwakilan Sulawesi Tenggara, Baznas, serta seluruh pihak yang telah berkolaborasi sehingga kegiatan ini dapat terselenggara dengan baik.

Menurutnya, melalui Program KEJAR, para pelajar tidak hanya diperkenalkan dengan produk dan layanan keuangan formal, tetapi juga diajarkan nilai-nilai penting seperti disiplin menabung, kemampuan merencanakan masa depan, serta pengelolaan keuangan yang sehat.

Pada kesempatan tersebut dilakukan pembukaan 60.819 rekening SimPel bagi siswa Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Madrasah Aliyah (MA) di Kota Kendari, dengan rincian sebagai berikut:

Bank Sultra merealisasikan pembukaan 50.537 rekening SimPel, yang terdiri atas 38.807 rekening untuk 129 SD dan 11.730 rekening untuk 36 SMP. Program ini merupakan hasil sinergi antara Pemerintah Kota Kendari, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kendari, serta Bank Sultra dalam mendorong literasi dan inklusi keuangan bagi pelajar.

PT BPR Bahteramas Kendari membuka 10.282 rekening SimPel, yang terdiri atas 2.298 rekening untuk 13 MI, 4.094 rekening untuk 22 MTs, dan 3.890 rekening untuk 24 MA. Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kota Kendari, Kementerian Agama Kota Kendari, dan PT BPR Bahteramas Kendari dalam memperluas akses layanan keuangan bagi peserta didik.

Program ini diharapkan mampu memperluas inklusi keuangan sekaligus membiasakan pelajar memanfaatkan produk dan layanan keuangan formal secara bijaksana sejak usia dini.

Selain peluncuran rekening SimPel, kegiatan juga dirangkaikan dengan sosialisasi mengenai pentingnya menabung oleh LPS Wilayah III Sulampua, sosialisasi dari KPw BI Provinsi Sulawesi Tenggara tentang Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah, serta ajakan kepada para pelajar untuk memanfaatkan uang lusuh dan uang logam sebagai tabungan dalam rangka mendukung pengendalian peredaran uang di Kota Kendari.

OJK juga menghadirkan kuis interaktif bertema edukasi keuangan. Kegiatan ini diikuti lebih dari 350 peserta, yang terdiri atas siswa SD, SMP, MI, MTs, MA, para guru, kepala sekolah, perwakilan perbankan, Pemerintah Kota Kendari, OJK, BI, dan LPS.

OJK meyakini bahwa penguatan budaya menabung memerlukan kolaborasi yang berkesinambungan antara pemerintah, industri jasa keuangan, satuan pendidikan, orang tua, dan masyarakat. Karena itu, Program KEJAR akan terus diperkuat sebagai salah satu program strategis nasional untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di kalangan pelajar.

Melalui peringatan Hari Indonesia Menabung Tahun 2026, OJK mengajak seluruh masyarakat menjadikan menabung sebagai budaya, bukan sekadar kebiasaan. Langkah tersebut diharapkan dapat mendukung terwujudnya masyarakat Indonesia yang semakin cerdas finansial, inklusif, dan sejahtera menuju Indonesia Emas 2045, sejalan dengan semangat Program KEJAR yang terus diperkuat bersama seluruh pemangku kepentingan.

Tinggalkan Balasan

No More Posts Available.

No more pages to load.