Dua Mahasiswa Geologi UHO yang Tersesat di Hutan Konawe Ditemukan Selamat

oleh -99 Dilihat
Tim SAR Gabungan bersama aparat kepolisian dan relawan melakukan penanganan dan pendampingan terhadap dua mahasiswa Geologi Universitas Halu Oleo (UHO) yang berhasil ditemukan selamat usai tersesat di hutan Konawe (Foto Ist)

FOKUSNEWS.ID, KONAWE – Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap dua mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO) yang tersesat di hutan Desa Sambasule, Kecamatan Meluhu, Kabupaten Konawe, resmi ditutup setelah kedua korban berhasil ditemukan dalam kondisi selamat, Selasa (28/1/2026).

Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kendari melalui Tim SAR Gabungan menemukan kedua korban sekitar pukul 09.00 WITA. Keduanya ditemukan pada jarak kurang lebih 5,4 kilometer ke arah barat daya dari lokasi kejadian perkara (LKP).

“Korban ditemukan dalam keadaan selamat dan selanjutnya dievakuasi ke Puskesmas Amonggedo untuk mendapatkan pemeriksaan medis,” kata Kepala KPP Kendari, Amiruddin A.S, dalam keterangan resminya.

Dengan ditemukannya kedua korban, Operasi SAR kondisi membahayakan manusia terhadap dua orang yang tersesat di hutan Desa Sambasule dinyatakan selesai dan ditutup. Seluruh unsur SAR yang terlibat dikembalikan ke kesatuannya masing-masing.

Adapun identitas korban yakni Taufik (22), warga BTN Villa Cantika Tawang Alun Kendari, dan Dimas (22), warga Jalan Mekar, lorong samping Puskesmas Mekar Kendari. Keduanya merupakan mahasiswa Fakultas Geologi Universitas Halu Oleo.

Peristiwa ini bermula pada Senin, 27 Januari 2026, sekitar pukul 07.00 WITA, saat kegiatan kuliah lapangan mahasiswa Geologi UHO dilaksanakan di Kecamatan Meluhu, Desa Sambasule. Kegiatan tersebut diikuti 32 mahasiswa yang dibagi dalam kelompok kecil beranggotakan dua orang.

Sekitar pukul 10.00 WITA, kedua korban masih sempat bertemu dengan rekan kelompok lainnya. Namun pada pukul 12.00 WITA, komunikasi terakhir dilakukan dan setelah itu keduanya tidak dapat dihubungi serta tidak kembali ke titik pertemuan yang telah disepakati.

Upaya pencarian awal oleh rekan dan pihak terkait belum membuahkan hasil hingga laporan diterima oleh Basarnas Kendari, yang kemudian mengerahkan Tim SAR Gabungan untuk melakukan pencarian intensif.

Dalam operasi tersebut, sejumlah unsur terlibat, antara lain Staf Ops dan Rescuer KPP Kendari, BPBD Konawe, Damkar Konawe, Polsek Meluhu, Babinsa, Fakultas Geologi, serta masyarakat setempat.

Sementara peralatan yang digunakan meliputi rescue car, ambulans, motor trail, alat navigasi darat, drone thermal, peralatan SAR medis dan evakuasi, perangkat komunikasi, serta perlengkapan keselamatan lainnya.

Saat operasi berlangsung, kondisi cuaca dilaporkan berawan dan berpotensi hujan.

Tinggalkan Balasan

No More Posts Available.

No more pages to load.