FOKUSNEWS.ID, KENDARI – Banjir yang kembali melanda sejumlah wilayah di Kota Kendari menuai sorotan tajam dari warganet. Mereka menilai, persoalan utama bukan semata tingginya curah hujan, melainkan buruknya sistem drainase yang dinilai tidak berfungsi optimal.
Sejumlah komentar warganet di media sosial mengungkapkan keresahan terhadap kondisi drainase di ibu kota Sulawesi Tenggara tersebut. Bahkan, kinerja Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Kendari ikut dipertanyakan.
Akun Prime, misalnya, menilai bahwa volume air hujan tidak jauh berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Namun, saluran drainase yang minim dan tidak memadai menjadi penyebab utama air meluap hingga ke permukiman warga.
“Betul, debit dan volume air masih sama seperti dulu. Tapi drainase sebagai tempat mengalirnya air sangat minim. Kadang ada drainase, tapi pengerjaannya terkesan asal-asalan,” tulisnya.

Hal senada disampaikan akun Pangeran_kodok1990.7 yang menegaskan bahwa masalah utama bukan terletak pada tingginya intensitas hujan, melainkan saluran air yang tersumbat.
“Bukan debit hujan yang tinggi, tapi drainase tersumbat menurut saya,” ujarnya.
Sementara itu, akun Bapayacailin turut mengkritik kondisi drainase yang dinilai tidak terawat. Ia menyebut, meskipun Kota Kendari dikelilingi laut, banjir tetap akan terjadi jika aliran air tidak lancar.
“Iya betul, sekalipun dikelilingi lautan, kalau drainase tersumbat percuma. Air tidak akan mengalir lancar,” tulisnya.
Keluhan ini memperkuat dugaan bahwa persoalan banjir di Kendari tidak hanya dipengaruhi faktor alam, tetapi juga lemahnya perencanaan dan pelaksanaan infrastruktur drainase.
Hingga saat ini, belum ada penjelasan resmi dari pihak PUPR Kota Kendari terkait kritik yang ramai disuarakan publik tersebut. Namun, masyarakat berharap adanya evaluasi menyeluruh agar banjir yang kerap terjadi tidak terus berulang setiap musim hujan.





