Diskusi Akhir Tahun Bersama Jurnalis, Gubernur Sultra Paparkan Capaian Kinerja dan Raih Sejumlah Penghargaan Nasional

oleh -147 Dilihat

FOKUSNEWS.ID, KENDARI – Menutup akhir tahun 2025, Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Andi Sumangerukka (ASR), menggelar diskusi akhir tahun bersama insan pers di Kendari. Kegiatan ini menjadi ajang refleksi sekaligus pemaparan capaian kinerja Pemerintah Provinsi Sultra selama 10 bulan masa kepemimpinannya.

Dalam diskusi tersebut, Gubernur ASR memaparkan sejumlah program prioritas yang telah dijalankan, mulai dari pembangunan dan perbaikan irigasi, peningkatan prasarana, sarana, serta utilitas umum di berbagai wilayah Sulawesi Tenggara. Menurutnya, program-program tersebut difokuskan untuk memperkuat konektivitas, mendukung sektor pertanian, serta meningkatkan kualitas pelayanan dasar kepada masyarakat.

Selain program pembangunan, Gubernur ASR juga mengungkapkan berbagai penghargaan bergengsi yang berhasil diraih Pemerintah Provinsi Sultra sepanjang tahun 2025. Di antaranya, peringkat ketiga nasional dalam kategori Pemerintah Daerah Provinsi dengan Kinerja Terbaik dalam Penyelenggaraan Jalan pada ajang Sutami Award 2025.

Sultra juga meraih Anugerah Keterbukaan Informasi Publik 2025 sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel. Tak hanya itu, Gubernur ASR menerima piagam penghargaan dari Agen Literasi Indonesia, yakni Komunitas Belajar GIK Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), atas dukungan dan komitmen terhadap pengembangan literasi di Sulawesi Tenggara.

Penghargaan lainnya yang diterima yakni Baznas Award 2025 untuk kategori Kepala Daerah Pendukung Gerakan Zakat Indonesia. Pemerintah Provinsi Sultra juga memperoleh apresiasi sebagai Top Pembina Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) 2025 dalam ajang Top BUMD Awards 2025.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur ASR juga menegaskan peran Purnomo, yang disebutnya bukan sebagai “bayangan gubernur”, melainkan mitra kerja yang membantu mempercepat proses dan pelaksanaan program pembangunan.

“Pak Purnomo bukan bayangan gubernur, tapi membantu saya mempercepat proses pemerintahan dan Purnomo tidak menerima honor sepeser pun dari daerah. Beliau bekerja dengan ikhlas demi pembangunan Sultra,” tegas ASR.

Gubernur ASR juga menyoroti kebijakan pengalihan uang operasional gubernur yang dialokasikan untuk beasiswa. Ia menegaskan tidak akan mentolerir jika dana tersebut disalahgunakan.

“Uang operasional gubernur saya alihkan untuk beasiswa. Saya marah kalau uang itu dipakai tidak semestinya,” ujarnya.

Lebih lanjut, ASR mengungkapkan bahwa selama menjabat, gaji gubernur tidak pernah diambil dan diarahkan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. Kebijakan tersebut, menurutnya, merupakan bentuk komitmen moral sebagai pemimpin daerah dalam mendorong kesejahteraan dan keadilan sosial di Sulawesi Tenggara.

Diskusi akhir tahun ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan media, sekaligus menjadi ruang terbuka untuk menyampaikan informasi pembangunan kepada masyarakat secara transparan.

Tinggalkan Balasan

No More Posts Available.

No more pages to load.