BPS Sultra Rilis Indikator Strategis: Inflasi 5,41 Persen, Ekspor Naik, Pariwisata Melambat

oleh -232 Dilihat

FOKUSNEWS.ID, KENDARI – Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Tenggara merilis sejumlah indikator strategis terkini yang mencakup inflasi, Nilai Tukar Petani (NTP), ekspor-impor, transportasi, hingga perkembangan pariwisata di Sulawesi Tenggara.

Paparan tersebut disampaikan oleh Kepala BPS Sultra, Hadi Susanto, dalam siaran pers yang digelar di Kantor BPS Provinsi Sulawesi Tenggara, Senin (02/03/2026).

Inflasi Masih Tinggi

Pada Februari 2026, Sulawesi Tenggara mengalami inflasi year on year (y-on-y) sebesar 5,41 persen. Inflasi tertinggi tercatat di Kabupaten Kolaka dengan angka 7,77 persen. Sementara itu, inflasi month to month (m-to-m) tercatat 0,65 persen, menandakan adanya kenaikan harga dibandingkan bulan sebelumnya.

NTP Mengalami Penurunan

Nilai Tukar Petani (NTP) Sulawesi Tenggara pada Februari 2026 berada di angka 100,19, turun 3,46 persen dibandingkan Januari 2026 yang mencapai 103,78. Penurunan ini mengindikasikan melemahnya daya beli petani terhadap barang dan jasa konsumsi maupun biaya produksi.

Ekspor-Impor Meningkat

Dari sisi perdagangan luar negeri, nilai ekspor Sulawesi Tenggara pada Januari 2026 mencapai US$314,56 juta, naik 1,78 persen dibandingkan Januari 2025 yang tercatat US$309,07 juta.
Sementara itu, nilai impor mengalami lonjakan signifikan. Pada Januari 2026, impor Sulawesi Tenggara mencapai US$218,16 juta, meningkat 148,78 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Transportasi Alami Penurunan

Untuk sektor transportasi, jumlah penumpang angkutan udara domestik yang berangkat dari Sulawesi Tenggara pada Januari 2026 tercatat 54.558 orang, turun 9,67 persen dibandingkan Desember 2025 yang mencapai 60.397 orang.

Penurunan serupa juga terjadi pada angkutan laut domestik. Jumlah penumpang yang berangkat pada Januari 2026 sebanyak 112.764 orang, turun 9,34 persen dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 124.385 orang.

Pariwisata Lesu di Awal Tahun

Pada sektor pariwisata, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Sulawesi Tenggara pada Januari 2026 tercatat 30,67 persen. Angka ini turun 7,95 poin dibandingkan Desember 2025 yang mencapai 38,62 persen, menunjukkan perlambatan aktivitas pariwisata di awal tahun.

BPS Sultra berharap data dan indikator strategis ini dapat menjadi rujukan bagi pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat dalam merumuskan kebijakan serta strategi pembangunan ekonomi ke depan.

Tinggalkan Balasan

No More Posts Available.

No more pages to load.