BI Sultra Dukung STQH Nasional XXVIII 2025, Perkuat Ekonomi Syariah dan Harmoni Sosial

oleh -2140 Dilihat
Ketua TP PKK Sultra Arinta Nila Hapsari dan tamu undangan berfoto bersama di depan booth “Halal Market” Bank Indonesia Sulawesi Tenggara dalam rangkaian kegiatan STQH Nasional XXVIII Tahun 2025 di Kota Kendari (Foto Ist)

FOKUSNEWS.ID, KENDARI – Pelaksanaan Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadis (STQH) Nasional XXVIII Tahun 2025 resmi digelar di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). Kegiatan berskala nasional ini mengusung tema “Syiar Al-Qur’an dan Hadis: Merawat Kerukunan, Melestarikan Lingkungan”, menjadi momentum penting dalam memperkuat nilai keimanan sekaligus menjaga harmoni sosial dan kelestarian lingkungan hidup.

Berbagai rangkaian kegiatan turut mewarnai penyelenggaraan STQH, mulai dari lomba tilawah, tahfidz, tafsir, hingga hadits. Tidak hanya ajang kompetisi, STQH juga diramaikan dengan pameran dan pertunjukan budaya daerah yang menampilkan kekayaan tradisi Nusantara, memperkuat semangat persatuan di Bumi Anoa.

Dalam gelaran ini, Bank Indonesia (BI) Sulawesi Tenggara turut berperan aktif melalui sinergi bersama pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan.

Partisipasi BI Sultra menjadi bagian dari upaya memperkuat pengembangan ekonomi syariah yang inklusif dan berkelanjutan, sejalan dengan semangat kolaborasi antara nilai spiritual, sosial, dan ekonomi.

Kehadiran BI Sultra juga tampak melalui booth UMKM unggulan yang menampilkan produk halal, kerajinan lokal, serta program-program edukatif seperti games literasi keuangan syariah dan wakaf produktif.

Inisiatif ini menjadi bentuk nyata dukungan BI terhadap pemberdayaan pelaku usaha lokal sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi syariah di Sulawesi Tenggara.

Dengan terlibatnya berbagai elemen masyarakat, STQH Nasional 2025 diharapkan tidak hanya menjadi wadah syiar Al-Qur’an dan Hadis, tetapi juga momentum memperkokoh persaudaraan, membangun kesadaran lingkungan, serta menggerakkan ekonomi berbasis nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin.

 

Editor: Om Ulank

Tinggalkan Balasan

No More Posts Available.

No more pages to load.