Bank Indonesia dan Perbankan Sultra Perkuat Sinergi Melalui Peluncuran EWS-PUR Gen II

oleh -931 Dilihat
Suasana kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Perbankan Sultra yang dirangkaikan dengan Launching Early Warning System (EWS) Pengelolaan Uang Rupiah (PUR) Gen II) di Kota Baubau, yang diikuti oleh perwakilan dari 22 bank umum dan Bank Pengelola Kas Titipan di Sulawesi Tenggara (Foto Ist)

FOKUSNEWS.ID, KENDARI – Bank Indonesia (BI) bersama industri perbankan di Sulawesi Tenggara (Sultra) terus memperkuat kolaborasi dalam menjaga kelancaran distribusi uang Rupiah serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. Upaya ini diwujudkan melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Perbankan Sultra dan Launching Early Warning System (EWS) Pengelolaan Uang Rupiah (PUR) Generasi II yang digelar di Kendari.

Mendukung Kelancaran Distribusi Uang Rupiah

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sultra, Thatit Suryono, menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen bersama antara BI dan perbankan untuk memastikan ketersediaan uang Rupiah yang layak edar dan tepat waktu di seluruh wilayah Sultra.
Menurutnya, sinergi antara BI dan perbankan menjadi fondasi penting dalam menjaga kelancaran aktivitas ekonomi masyarakat serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang semakin positif.

“Bank Indonesia bersama perbankan berkomitmen untuk terus memperkuat koordinasi, baik dalam distribusi uang Rupiah maupun peningkatan efisiensi layanan kas melalui inovasi digital,” ujar Thatit.

Peluncuran EWS-PUR Gen II

Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan evaluasi kegiatan penyetoran dan penarikan uang Rupiah oleh perbankan Sultra, sekaligus peluncuran Early Warning System (EWS) PUR Gen II.

Sistem ini berfungsi sebagai alat pendukung monitoring kebutuhan kas di daerah, dengan memanfaatkan teknologi informasi guna mempercepat analisis dan pengambilan keputusan dalam pengelolaan uang Rupiah.

Selain itu, peserta juga mendapatkan pemaparan terkait evaluasi pengelolaan uang Rupiah semester I, termasuk kebijakan terbaru dalam pelayanan kas dan penguatan sinergi antarbank pengelola kas titipan.

Peserta dan Harapan

FGD ini dihadiri oleh perwakilan dari 22 bank umum, Bank Pengelola Kas Titipan, serta Kantor Cabang Bank Pembangunan Daerah (BPD) Sultra. Kegiatan turut diisi dengan sesi teknis, diskusi interaktif, serta kegiatan penguatan koordinasi melalui outbound.

Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara BI dan industri perbankan di Sultra semakin solid, tidak hanya dalam menjaga ketersediaan uang Rupiah yang berkualitas hingga ke pelosok daerah, tetapi juga dalam mendorong transformasi digital layanan kas di era modernisasi sistem pembayaran.

 

 

Editor : Om Ulank

Tinggalkan Balasan

No More Posts Available.

No more pages to load.