FOKUSNEWS.ID, KENDARI – Sektor properti di Kota Kendari kembali menunjukkan geliat positif. Penyelenggaraan Bale Property Expo Sultra 2025 yang berlangsung selama empat hari bukan hanya mencatat transaksi miliaran rupiah, tetapi juga membuka ribuan lapangan kerja baru bagi masyarakat.
Branch Manager Bank BTN Syariah Kendari, Sulthon Agung, mengungkapkan bahwa melalui pameran ini telah terlaksana akad massal untuk 612 unit rumah dengan nilai transaksi mencapai Rp 100,674 miliar. Ia memproyeksikan total transaksi September 2025 bisa menembus Rp 150 miliar karena tingginya antusiasme pengunjung.
“Pameran ini bukan sekadar tempat jual beli rumah, melainkan sebuah ekosistem yang mempertemukan pengembang, investor, dan masyarakat,” ujarnya.
Pemerintah Kota Kendari melalui Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Alda Kesutan Lapae, yang hadir mewakili Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, menyebut kegiatan ini memiliki efek berganda yang signifikan terhadap perekonomian daerah.
Menurutnya, setiap proyek perumahan mampu menyerap ratusan pekerja, mulai dari tenaga pemasaran, buruh, hingga pengusaha material. “Dari satu proyek perumahan saja bisa menyerap sekitar 20 pekerja. Jika dihitung dari 80 titik proyek perumahan yang sedang berjalan di Kendari, ada lebih dari 2.000 tenaga kerja lokal yang terbantu,” terangnya.
Pemerintah Kota Kendari juga berkomitmen untuk terus menyederhanakan dan mempercepat proses perizinan agar pengembang semakin leluasa berinvestasi.
Acara penutupan yang turut dihadiri Permadi, perwakilan asosiasi pengembang seperti REI, APERSI, HIMPERRA, dan PI, diakhiri dengan penandatanganan kesepakatan bersama untuk menjadikan Bale Properti Expo sebagai agenda tahunan di Kendari.
“Dengan sinergi ini, kita optimistis Kendari akan menjadi pusat pertumbuhan sektor properti dan ekonomi kreatif di Sulawesi Tenggara,” tutup Alda Kesutan Lapae.





