FOKUSNEWS.ID, KENDARI – Kasus pengeroyokan siswa SMA di Kota Kendari yang menimpa seorang pelajar SMAN 12 berinisial ANR (16), mendapat sorotan tajam dari berbagai pihak. Ketua Asosiasi Perusahaan Sahabat Anak Indonesia (APSAI) Kota Kendari, Harry, menyatakan keprihatinannya sekaligus mengecam keras tindakan kekerasan antarpelajar tersebut.
Peristiwa nahas itu terjadi pada Minggu (17/8/2025) siang, tak lama setelah korban mengikuti upacara peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia di sekolahnya. ANR diduga diserang secara beramai-ramai oleh sejumlah siswa dari sekolah lain di Jalan Budi Utomo, Kelurahan Mataiwoi, Kecamatan Wuawua, hingga mengalami luka-luka serius.
Harry menegaskan bahwa aksi kekerasan semacam ini tidak bisa ditoleransi karena merusak masa depan anak-anak bangsa. “Perundungan dan pengeroyokan harus dihentikan. Kota Kendari seharusnya menjadi kota yang ramah anak, aman, dan damai,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari orang tua, sekolah, hingga komunitas, untuk meningkatkan kepedulian dalam mencegah terulangnya kejadian serupa. “Semua pihak harus bersatu menjaga ketertiban, agar anak-anak kita tumbuh dalam lingkungan yang positif,” tambahnya.
Harry juga memberikan apresiasi kepada aparat kepolisian yang dinilai sigap dalam menindaklanjuti kasus tersebut. “Kami berterima kasih kepada pihak kepolisian yang cepat merespons dan menangani peristiwa ini dengan presisi,” tutupnya.






