Ekonomi Sulawesi Tenggara Triwulan III-2025 Tumbuh 5,65 Persen, Didominasi Sektor Industri Pengolahan

oleh -453 Dilihat
Kepala BPS Sulawesi Tenggara Andi Kurniawan (Foto Ist)

FOKUSNEWS.ID, KENDADRI – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Tenggara mencatat perekonomian daerah ini pada Triwulan III-2025 terus menunjukkan kinerja positif. Berdasarkan besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), ekonomi Sultra tumbuh sebesar 5,65 persen (year on year/y-on-y) dibanding periode yang sama tahun 2024.

Kepala BPS Sulawesi Tenggara Andi Kurniawan menyampaikan, PDRB atas dasar harga berlaku pada triwulan ini mencapai Rp 51,68 triliun, sedangkan atas dasar harga konstan 2010 sebesar Rp 30,41 triliun.

Dari sisi produksi, lapangan usaha industri pengolahan mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 23,60 persen, diikuti sektor konstruksi yang juga tumbuh signifikan. Sementara dari sisi pengeluaran, komponen ekspor barang dan jasa menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi dengan kenaikan 9,23 persen.

Jika dibandingkan dengan triwulan sebelumnya (q-to-q), ekonomi Sulawesi Tenggara tumbuh sebesar 3,41 persen, didorong oleh lapangan usaha konstruksi yang mencatat kenaikan tertinggi yakni 22,75 persen. Dari sisi pengeluaran, pembentukan modal tetap bruto tumbuh paling tinggi sebesar 14,77 persen.

Secara kumulatif hingga triwulan III-2025, ekonomi Sultra tumbuh 5,74 persen (cumulative to cumulative/c-to-c). Sektor industri pengolahan menjadi motor utama dengan pertumbuhan 18,09 persen, sedangkan dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga tumbuh 4,91 persen.

Kontribusi terbesar terhadap PDRB Sulawesi Tenggara masih didominasi oleh lapangan usaha pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar 22,97 persen. Dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga menjadi komponen paling dominan dengan kontribusi 46,31 persen.

Tingkat Pengangguran Naik, Mayoritas Pekerja Masih di Sektor Informal

Hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Agustus 2025 mencatat jumlah angkatan kerja di Sulawesi Tenggara sebanyak 1,48 juta orang, meningkat 6,74 ribu orang dibanding Agustus 2024. Namun demikian, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) turun sebesar 1,14 persen poin.

Sementara itu, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Agustus 2025 mencapai 3,31 persen, naik 0,22 persen poin dibanding Agustus 2024 dan meningkat 0,16 persen poin dibanding Agustus 2023.

Jumlah penduduk bekerja tercatat 1,43 juta orang, bertambah 3,14 ribu orang dibanding Agustus 2024. Lapangan usaha yang mengalami peningkatan terbesar adalah Administrasi Pemerintahan (naik 1,01 persen poin), sedangkan Perdagangan Besar dan Eceran mengalami penurunan tertinggi (turun 1,46 persen poin).

BPS juga mencatat sebanyak 61,13 persen atau 876,57 ribu orang bekerja di sektor informal, turun 0,79 persen poin dari tahun sebelumnya. Persentase setengah pengangguran turun 0,67 persen poin, sementara pekerja paruh waktu meningkat 0,38 persen poin.

Indeks Pembangunan Manusia 2025 Naik, Namun Pertumbuhannya Melambat

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Sulawesi Tenggara tahun 2025 mencapai 74,25, naik 0,63 poin atau 0,86 persen dibanding tahun sebelumnya yang sebesar 73,62. Rata-rata peningkatan IPM selama periode 2020–2025 tercatat 0,73 persen per tahun.

Meski tumbuh, BPS mencatat laju peningkatan IPM 2025 mengalami perlambatan dibanding tahun 2024. Namun, seluruh dimensi pembentuk IPM tetap menunjukkan perbaikan.

Pada dimensi umur panjang dan hidup sehat, bayi yang lahir pada 2025 memiliki harapan hidup hingga 72,06 tahun, meningkat 0,18 tahun dibanding tahun sebelumnya.
Sementara pada dimensi pengetahuan, harapan lama sekolah (HLS) naik dari 13,71 tahun menjadi 13,72 tahun, dan rata-rata lama sekolah (RLS) meningkat dari 9,42 tahun menjadi 9,56 tahun.

Pada dimensi standar hidup layak, rata-rata pengeluaran riil per kapita per tahun meningkat Rp 386 ribu atau 3,64 persen dibanding tahun sebelumnya, menunjukkan peningkatan daya beli masyarakat meski secara pertumbuhan sedikit melambat.

 

Editor: Om Ulank

Tinggalkan Balasan

No More Posts Available.

No more pages to load.